Memperhitungkan Biaya Keselamatan Kerja Proyek Konstruksi

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3

Program Keselamatan Kerja menjadi salah satu perhatian dalam dunia usaha konstruksi belakangan ini. Pada umumnya tujuan Keselamatan Kerja (K3) yaitu untuk menjamin agar dalam proses suatu proyek tidak terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (Zero Accident), produktifitas yang baik dan tidak terganggu dan menekan sekecil mungkin angka kecelakaan akibat pekerjaan. 

 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 

 

Pastinya proses program keselamatan kerja ini memerlukan biaya yang besarnya dapat tidak sama dan tak ada patokan yang tentu karena bergantung dari taraf besar kecilnya proyek, tempat proyek, type proyek, potensi bahaya yang diakibatkan. Sebagai perkiraan dalam memastikan besarnya biaya yang diperlukan untuk program keselamatan kerja dalam proyek konstruksi ada beberapa aspek yang perlu diperhitungkan, diantaranya : 

 

1. Biaya untuk perlengkapan keselamatan kerja seperti safety net dan safety deck dan penyedian alat pemadam api enteng (APAR) dan perlengkapan lain yang diperlukan dalam jumlah yang cukup. 

2. Biaya personel tenaga kerja/supervisor Program Keselamatan Kerja. Biaya diperhitungkan sesuai jumlah tenaga K3 yang ikut serta dalam suatu proyek. 

3. Biaya Alat Pelindung Diri (APD) untuk pihak yang ikut serta dalam proses proyek. Biaya diperhitungkan dengan memprediksi jumlah tenaga kerja yang ikut serta dan type APD yang dipersyaratkan. Seperti menyediakan pakaian keselamatan, sepatu safety, helm safety dll.

4. Biaya pembuatan spanduk dan banner/rambu-rambu keselamatan kerja. Biaya diperhitungkan dengan memprediksi jumlah spanduk dan rambu-rambuyang diperlukan. 

 

Biasanya dalam tender proyek konstruksi bertaraf menengah dan besar item keselamatan kerja telah jadi suatu keharusan yang perlu digerakkan dan dalam RAB biasanya masuk kedalam pekerjaan persiapan dalam item perlengkapan K3 dengan unit 1 ls. 

 

Dalam mempertimbangkan biaya program keselamatan kerja (K3) kita perlu mengidentifikasi dahulu apa potensi bahaya yang ada dan perlengkapan ataupun orang yang diperlukan untuk mengatasinya. Hingga cadangan biaya untuk keselamatan kerja tidak jadi beban yang memberatkan namun dapat diperhitungkan sesuai sama pembagian yang cocok, tidak berlebihan dan tidak kurang yang nanti menyebabkan proses program keselamatan kerja tidak dengan cara optimal.

Write a comment

Comments: 0