Tehnik Mencegah Ledakan

 

Manfaat hindari beragam kecelakaan kerja pada tambang batubara bawah tanah, terlebih berbentuk ledakan gas dan debu batubara, butuh dikerjakan aksi mencegah. Aksi mencegah ledakan ini mesti dikerjakan oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan pekerjaan pada tambang bawah tanah itu.

Banyak hal yang butuh dipelajari dalam rencana mencegah ledakan batubara ini yaitu :

 

Pengetahuan beberapa basic terjadinya ledakan, mengulas :

  • Gas-gas dan debu batubara yang gampang terbakar/meledak
  • Ciri-ciriistik gas dan debu batubara
  • Sumber penyebab kebakaran/ledakan

Metoda eliminasi penyebabnya ledakan, diantaranya :

  • Pengukuran konsentrasi gas dan debu batubara
  • Pengontrolan system ventilasi tambang
  • Pengaliran gas (gas drainage)
  • Pemakaian alat ukur gas dan debu batubara yang handal
  • Penyiraman air (sprinkling water)
  • Pengontrolan sumber-sumber api penyebabnya kebakaran dan ledakan

Tehnik mencegah ledakan tambang

  • Penyiraman air (water sprinkling)
  • Penaburan debu batu (rock dusting)
  • Penggunaan alat-alat mencegah standard.

Sarana mencegah penyebaran kebakaran dan ledakan, diantaranya :

  • Lokalisasi penambangan dengan penebaran debu batuan
  • Pengaliran air ke tempat potensi kebakaran atau ledakan
  • Penebaran debu batuan agak lebih tebal pada tempat riskan

Aksi mencegah rusaknya akibat kebakaran dan ledakan :

  • Pembelahan rute (jalur) ventilasi
  • Evakuasi, proteksi diri, systemperingatandini, dan penyelamatansecara tim. 

 

KECELAKAAN TAMBANG BAWAH TANAH

 

Kecelakaan bukan sekedar berlangsung demikian saja, kecelakaan mungkin berlangsung karena aksi yang salah atau keadaan yg tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan adalah nilai sendiri dari tehnik keselamatan. Ada pepatah yang mengungkap aksi yang lupa seperti kegagalan dalam lihat atau jalan meraih satu yang jauh di atas satu tangga. Hal itu tunjukkan cara yang tambah baik selamat untuk menyingkirkan keadaan kelalaian dan melakukan perbaikan kesadaran tentang keselamatan tiap-tiap karyawan pabrik. Mengenai Aspek Kemungkinan yang kerap didapati pada Perusahaan Pertambangan yaitu seperti berikut :

 

Ledakan bisa menyebabkan desakan hawa yang begitu tinggi dibarengi dengan nyala api. Kemudian akan diikuti dengan kepulan asap yang berwarna hitam. Ledakan merambat pada lobang turbulensi hawa akan makin dahsyat dan bisa menyebabkan rusaknya yang fatal

 

Longsor di pertambangan umumnya datang dari gempa bumi, ledakan yang berlangsung didalam tambang, dan keadaan tanah yang rawan alami longsor. Hal semacam ini dapat pula dikarenakan oleh tak ada penyusunan pembuatan terowongan untuk tambang.

 

Kebakaran, apabila akumulasi gas-gas yang tertahan dalam terowongan tambang bawah tanah alami satu getaran hebat, yang disebabkan oleh beragam hal, seperti gerakan roda-roda mesin, tiupan angin dari kompresor dan semacamnya, hingga gas itu terangkat ke hawa (beterbangan) dan lalu membuat awan gas dalam keadaan batas ledak (explosive limit) dan saat itu ada sulutan api, maka akan berlangsung ledakan yang diiringi oleh kebakaran.

 

Pengelolaan Resiko tempati peran penting dalam organisasi kami karena manfaat ini mendorong budaya resiko yang disiplin dan membuat transparansi dengan sediakan basic manajemen yang baik untuk mengambil keputusan profil resiko yang sesuai sama. Manajemen Resiko berbentuk instrumental dalam meyakinkan pendekatan yang bijaksana dan cerdas pada pengambilan resiko yang dengan hal tersebut akan menyeimbangkan resiko dan hasil dan memaksimalkan alokasi modal di semua korporat. Diluar itu, lewat budaya manajemen resiko pro aktif dan pemakaian fasilitas kuantitatif dan kualitatif yang modern, kami berusaha meminimalisir potensi pada peluang resiko yg tidak diinginkan dalam operasional.

 

Penyebabnya Kecelakaan Kerja (Heinrich Mathematical Ratio) dibagi atas 3 bagian Berdasar pada Prosentasenya :

  • Aksi tak aman oleh pekerja (88%)
  • Keadaan tak aman dalam areal kerja (10%)
  • Di luar kekuatan manusia (2%)

 

Kemampuan (performen) tiap-tiap petugas kesehatan dan non kesehatan adalah resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yakni kemampuan kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang bisa adalah beban penambahan pada pekerja. Apabila ketiga komponen itu cocok maka dapat diraih satu derajat kesehatan kerja yang maksimal dan penambahan produktivitas. Demikian sebaliknya apabila ada ketidak serasian bisa menyebabkan permasalahan kesehatan kerja berbentuk penyakit maupun kecelakaan akibat kerja yang selanjutnya akan turunkan produktivitas kerja

 

Status kesehatan orang-orang pekerja di Indonesia biasanya belum memuaskan. Dari sebagian hasil riset didapat deskripsi kalau 30-40% orang-orang pekerja kurang kalori protein, 30% menanggung derita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa ada anemia. Keadaan kesehatan seperti ini tak sangat mungkin bagi beberapa pekerja untuk bekerja dengan produktivitas yang maksimal. Hal semacam ini diperberat lagi dengan fakta kalau angkatan kerja yang ada beberapa besar masihlah di isi oleh petugas kesehatan dan non kesehatan yang memiliki banyak terbatasnya, hingga untuk dalam lakukan tugasnya mungkin kerap memperoleh masalah terlebih menyangkut permasalahan PHK dan kecelakaan kerja.

 

Sebagai pemberi layanan service kesehatan ataupun yang berbentuk tehnis beroperasi 8 – 24 jam satu hari, dengan hal tersebut aktivitas service kesehatan pada laboratorium menuntut ada pola kerja bergilirdan pekerjaan/jagalah malam. Pola kerja yang berubah-ubah bisa mengakibatkan kelelahan yang bertambah, akibat terjadinya pergantian pada bioritmik (irama badan). Aspek lain yang ikut memperberat beban kerja diantaranya tingkat upah dan jaminan sosial bagi pekerja yang masihlah relatif rendah, yang beresiko pekerja sangat terpaksa lakukan kerja penambahan terlalu berlebih. Beban psikis ini dalam periode waktu lama bisa menyebabkan stres.

 

Lingkungan kerja apabila tak penuhi kriteria bisa memengaruhi kesehatan kerja bisa menyebabkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident), Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Jalinan Kerja (Occupational Disease & Work Related Diseases).

 

Prosedur kerja standard yaitu cara melakukan pekerjaan yang ditetapkan, untuk peroleh hasil yang sama dengan cara paling aman, rasional dan efektif, meskipun dikerjakan siapa saja, kapanpun, di manapun. Tiap-tiap pekerjaan Mesti mempunyai SOP supaya pekerjaan bisa dikerjakan dengan cara benar, efektif dan aman

 

  • Rekrut Karyawan & Kontrol Pembelian
  • Inspeksi dan Pengujian K3
  • Komunikasi K3
  • Pembinaan
  • Investigasi Kecelakaan
  • Pengelolaan Kesehatan Kerja
  • Prosedur Kritis Darurat
  • Proses Gernas K3

 

Manajemen Kemungkinan Pertambangan yaitu satu sistem hubungan yang dipakai oleh perusahaan pertambangan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menanggulangi bahaya ditempat kerja manfaat kurangi kemungkinan bahaya seperti kebakaran, ledakan, tertimbun longsoran tanah, gas beracun, suhu yang berlebihan, dan lain-lain. Jadi, manajemen kemungkinan adalah satu alat yang apabila dipakai dengan cara benar akan membuahkan lingkungan kerja yang aman, bebas dari ancaman bahaya ditempat kerja.

 

Ingindalian resiko dibutuhkan untuk mengamankan pekerja dari bahaya yang ada ditempat kerja sesuai sama kriteria kerja Peran penilaian resiko dalam aktivitas pengelolaan di terima dengan baik di banyak industri. Pendekatan ini ditandai dengan empat step sistem pengelolaan resiko manajemen resiko yaitu seperti berikut : 

 

 

  • Identifikasi resiko yaitu mengidentifikasi bahaya dan kondisi yang punya potensi menyebabkan bahaya atau kerugian (terkadang dimaksud ‘kejadian yg tidak dikehendaki’).
  • Analisa kemungkinan yaitu mengkaji besarnya resiko yang mungkin muncul dari momen yg tidak dikehendaki.
  • Ingindalian resiko adalah mengambil keputusan langkah yang pas untuk kurangi atau mengatur resiko yang tidak bisa di terima.
  • Mengaplikasikan dan pelihara kontrol aksi yaitu mengaplikasikan kontrol dan meyakinkan mereka efisien.

 

Manajemen kemungkinan pertambangan diawali dengan melakukan identifikasi bahaya untuk tahu aspek dan potensi bahaya yang ada yang akhirnya kelak sebagai bahan untuk dianalisa, proses identifikasi bahaya diawali dengan membuat Standar Operational Procedure (SOP). Lalu sebagai langkah analisis dikerjakanlah observasi dan inspeksi. Sesudah dianalisa, aksi setelah itu yang butuh dikerjakan yaitu pelajari kemungkinan untuk menilainya seberapa besar tingkat resikonya yang setelah itu untuk dikerjakan kontrol atau ingindalian kemungkinan. Aktivitas ingindalian kemungkinan ini ditandai dengan sediakan alat deteksi, penyediaan APD (sepatu safety, helm safety, masker, seragam, vest dll.), pemasangan rambu-rambu dan penunjukan personel yang bertanggungjawab sebagai pengawas. Sesudah dikerjakan ingindalian kemungkinan untuk aksi pengawasan yaitu dengan lakukan monitoring dan peninjauan lagi bahaya atau kemungkinan.

 

Pada umumnya faedah Manajemen Kemungkinan pada perusahaan pertambangan yaitu seperti berikut :

 

  • Menimalkan kerugian yang lebih besar
  • Tingkatkan keyakinan pelanggan dan pemerintah pada perusahaan
  • Tingkatkan keyakinan karyawan pada perusahaan

 

Manfaat hindari beragam kecelakaan kerja pada tambang bawah tanah, terlebih berbentuk ledakan gas butuh dikerjakan aksi mencegah. Aksi mencegah ledakan ini mesti dikerjakan oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan pekerjaan pada tambang bawah tanah itu. Banyak hal yang butuh dipelajari dalam rencana mencegah ledakan yaitu :

 

Pengetahuan beberapa basic terjadinya ledakan, yakni :

 

  • Gas-gas yang gampang terbakar/meledak
  • Ciri-ciriistik gas
  • Sumber penyebab kebakaran/ledakan
  • Metoda eliminasi penyebabnya ledakan

 

Sebenarnya kebakaran tambang dan ledakan gas akan tidak berlangsung jika system ventilasi tambang batubara bawah tanah itu cukup baik. 

Write a comment

Comments: 22